Wafatnya Wali Tanda Kehancuran Dunia

Islamedia (Santri Milenial).Wafatnya Wali Tanda Kehancuran Dunia

Wafatnya Ulama bencana bagi alam semesta. Cahaya akan menghilangkan kegelapan, dan ketika cahaya telah padam maka kondisinya akan kembali gelap. Ulama ibarat cahaya yang menerangi gelapnya kebodohan. Dan ketika ulama diwafatkan oleh ALLAH satu persatu, itu menunjukkan bahwa terangnya cahaya akan meredup. Dan seiring berjalannya waktu, cahaya akan benar-benar redup, hingga kehidupan akan menjadi gelap dari ilmu.

Karena meninggalnya seorang ulama adalah sebuah perkara yang besar di sisi ALLAH. Sebuah perkara yang akan mendatangkan konsekwensi bagi kita yang ditinggalkan, jika kita ternyata bukan orang-orang yang senantisa mendengar petuah mereka. Menangislah, jika kita ternyata selama ini belum ada rasa cinta di hati kita dan peneladanan kepada para ulama.

Baca juga: Logo Resmi Thariqah yang Digagas Syeikh Ali Jum’ah

Al-Quran secara implisit mengisyaratkan wafatnya ulama sebagai sebuah penyebab kehancuran dunia.

عن ابن عباس ، في قوله تعالى : أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا نَأْتِي الأَرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا سورة الرعد آية 41 قال : موت علمائها . للبيهقي من حديث معروف بن خربوذ ، عن أبي جعفر ، أنه قال : موت عالم أحب إلى إبليس من موت سبعين عابدا .

Ibnu Abbas Ra. berkata tentang firman Allah: “Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah, lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya?” (QS. ar-Ra’d ayat 41). Beliau mengatakan tentang (مِنْ أَطْرَافِهَا = dari tepi-tepinya) adalah wafatnya para ulama.”

Umat manusia dapat hidup bersama para ulama adalah sebagian nikmat yang agung selama di dunia. Semasa ulama hidup, kita dapat mencari ilmu kepada mereka, memetik hikmah, mengambil keteladanan dan sebagainya. Sebaliknya, ketika ulama wafat maka hilanglah semua nikmat itu. Hal inilah yang disabdakan oleh Rasulullah Saw:

خُذُوا الْعِلْمَ قَبْلَ أَنْ يَذْهَبَ ” ، قَالُوا : وَكَيْفَ يَذْهَبُ الْعِلْمُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ، قَالَ:إِنَّ ذَهَابَ الْعِلْمِ أَنْ يَذْهَبَ حَمَلَتُهُ

“Ambillah (pelajarilah) ilmu sebelum ilmu pergi.” Sahabat bertanya: “Wahai Nabiyullah, bagaimana mungkin ilmu bisa pergi (hilang)?” Rasulullah SAW menjawab: “Perginya ilmu adalah dengan perginya (wafatnya) orang-orang yang membawa ilmu (ulama).

[ Disalin kembali dari Instagram Pena Tarim ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *