Kriteria Tarekat Sufi Menurut Syekh Ali Jum’ah

Kajian Islam (Santri Milenial). Kriteria Tarekat Sufi Menurut Syekh Ali Jum’ah

Thariqah sufi harus memiliki beberapa kriteria. Antara lain:
(A). Berpegang teguh pada al-Qur’an dan Sunah. Semua yang bertentangan dengan al-Qur’an dan Sunah bukanlah thariqah, karena thariqah melarang setiap penyimpangan atas al-Qur’an atau Sunah.

(B). Thariqah bukanlah ajaran yang keluar dari ajaran Islam, karena thariqah merupakan mutiara Islam.

Thariqah memiliki 3 fenomena utama yang sangat dianjurkan oleh al-Qur’an:
1. Perhatian terhadap jiwa, mengawasinya dan menyucikannya dari segala kotorannya.
2. Banyak mengingat Allah (zikir).
3. Zuhud, tidak mencintai dunia, namun selalu mencintai akhirat.

Adapun syaikh atau mursyid thariqah adalah guru yang memberikan tuntunan kepada para muridnya dalam zikir, membantu mereka dalam menyucikan jiwa dari kotoran, dan menyembuhkan hati dari penyakitnya.  Seorang syaikh adalah pengawas sekaligus guru yang menentukan metode pendidikan jiwa (tarbiyah) yang paling cocok untuk murid, atau obat yang paling baik untuk mengobati keadaan jiwanya.

Baca jugaSyaikh Ali Jum’ah Menggagas Tarekat Baru (Syadzuliyah Aliyah)

Hal ini sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad dalam mendidik umatnya. Nabi menasehati sahabatnya sesuai dengan karakter masing-masing, agar semuanya dapat mendekatkan diri pada Allah. Buktinya, ketika ada seorang sahabat yang berkata: Wahai Rasulullah, beritahu aku hal yang dapat menghindarkanku dari murka Allah. Nabi menjawab: Tahanlah marahmu.

Ada juga yang berkata: Wahai Rasulullah, beritahu aku hal yang dapat aku pegang teguh selalu. Nabi menjawab: Hendaklah lidahmu selalu basah dengan zikir. Begitu juga para sahabat berbeda-beda. Ada yang memperbanyak qiyamul laili (shalat malam). Ada yang memperbanyak membaca al-Qur’an. Ada yang selalu berjihad. Ada yang memperbanyak zikir. Dan ada yang memperbanyak shadaqah.

Banyak melakukan suatu ibadah tidak berarti meninggalkan ibadah yang lain. Namun ini tentang seorang sâlik (yang meniti jalan menuju Allah) memilih ibadah tertentu dan banyak melakukannya untuk mencapai ridha-Nya. Karena inilah pintu menuju Allah itu beraneka ragam. Semua pintu ini pada akhirnya menuju pada satu surga.

Rasulullah bersabda: Setiap ahli ibadah tertentu akan masuk surga melalui pintu khusus yang Allah sediakan untuk ibadah ini. Dan ahli puasa akan masuk surga melalui pintu khusus yang bernama al-Rayyân.

Seperti inilah thariqah-thariqah sufi, merupakan pintu-pintu dan cara-cara tertentu, yang sesuai bagi syaikh dan cocok dalam mendidik muridnya. Ada yang memperbanyak puasa, ada yang memperbanyak membaca al-Qur’an dan begitu seterusnya.

Oleh: Maulana Syaikh Ali Jum’ah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *